HOT NEWS: SERANGAN FAJAR HACKER INDONESIA DI HARI KEMERDEKAAN MALAYSIA

Karena pemimpinku masih ogah menabuh genderang perang, kami para hacker Indonesia sudah menyerang duluan!

Ini berita besar perihal kesuksesan para hacker Indonesia yang berhasil memperdayai situs-situs terpenting di Malaysia, justru di hari kemerdekaan mereka tanggal 31 Agustus 2010 kemarin.

Ini bukti bahwa perang tidak selalu berarti perang fisik. Untuk berperang tidak selalu perlu jenderal-jenderal berbintang empat. Cukup prajurit-parjurit hacker juga bisa melumpuhkan Malaysia. Dan di banyak lapangan atau cara perang non fisik ini, kita Indonesia menang segalanya dari Malaysia.

Saya sungguh salut dengan langkah mereka ini. Salut untuk patriotisme para hacker Indonesia kita dan inilah perang maya yang selalu bisa dimenangkan oleh Indonesia. Kalau saya Presiden RI, para hacker ini akan saya anugerahi pahlawan dan bintang jasa tertinggi. Sebab, mereka yang berhasil menegakkann kembali martabat bangsa kita, membuat kita bangga, dan kembali bersemangat melawan kepongahan Malaysia.

Inilah wujud nyata kepedulian anak bangsa. Inilah wujud patriotisme. Inilah wujud ketegasan sikap. Inilah wujud sikap menolak untuk menjadi lemah, melempem, tidak berdaya, dan apatis seperti banyak dialami oleh warga negara Indonesia lainnya.

Saking pentingnya berita ini, saya kutipkan beritanya (sumber: postingan Malaysia Truly Maling Asia 31 Agustus 2010). Berita diposting oleh Ismi Hartanti (dari sumber asli: Berita8.com):

Hinaan Malaysia terhadap harga diri bangsa dinilai berbagai kalangan sudah keterlaluan, bahkan setiap bulan ramadhan, Malaysia tidak pernah berhenti untuk provokasi Indonesia.

Hal inilah yang membuat para hacker Indonesia beraksi sesuai janji akan menggempur habis-habisan situs Malaysia, dari laporan dunia “bawahtanah”, tercatat hampir 500 lebih situs Malaysia telah di ‘Kencingi” peretas Indonesia.

Bahkan situs www.upindanipin.com.my sempat disusupi dan akhirnya kini menjadi situs statis yang hanya bertuliskan sedang dalam pengupdate sistem. Hari ini Selasa (31/8/2010) adalah puncak kemerdekaan Malaysia dan puncak serangan hacker Indonesia.

Berikut ini daftar situs yang berhasil tercatat oleh redaksi dan masih banyak lagi.

http://www.jawhar.gov.my/
http://niaganetwork.com/
http://pkgcheras.net/
http://www.vivaownersclub.net/index/
http://www.smkbertamindah.com/
http://skseribiram.net/portal/
http://skkjb.com/forum/
http://tbga.com.my/atmailopen/
http://suria-medik.com/v3/
http://lkpimsel.org.my/media/
http://www.ejannlex.com/
http://skseripaka.com/media/
http://qaiyum.net/images/
http://www.saktie.com/images/
http://www.nextproevents.com.my/logs
http://realbisnes.com/media/
http://oasis.com.my/images/
http://peladangjbselatan.org/portal/media
http://my-trade-center.com/media/
http://nuraina.com/deletethispics1/
http://lubukforex.com/mambots/
http://kabasystem.com/v2/
http://mk2020.com/hm/
http://www.ilmuone.com/myshop/
http://kelochor.com/gallery/
http://jomfly.com/jomflydata/
http://www.justinloh.com/images/
http://station4all.com/temp/Indonesia.html
http://www.hrsb.com.my/kelnet2/
http://eplan.com.my/mgmt/Indonesia.html
http://myhalal2u.biz/media/Indonesia.html
http://3dproperty.my/Indonesia.html
http://www.e-informasi.com/images/Indonesia.html
http://bynetsolution.com/amt/Indonesia.html
http://www.dr-ag.net/Indonesia.html
http://easybezz.com/media/Indonesia.html
http://www.calvinzworld.com/gallery/Indonesia.html
http://www.ciptadigital.com/ctrm/Indonesia.html
http://dailyfreshfoods.com/old_2/Indonesia.html
http://funnyaims.com/components/Indonesia.html
http://www.absoluteborneo.com/photo/Indonesia.html
http://prolelaki.com/language/Indonesia.html
http://alvinontherocks.com/wp-conten…Indonesia.html
http://www.amana2u.biz/shop/Indonesia.html
http://www.ammpcentre.com/documents/Indonesia.html
http://ibafconference.com/Indonesia.html
http://www.aqleader.com.my/gallery_i…Indonesia.html
http://autoshowspray.com/gambar2/Indonesia.html
http://basixmicrosystems.com/logs/Indonesia.html
http://butiknini.com/Indonesia.html
http://diarinini.com/wp-content/Indonesia.html
http://mohdlutfi.com/Indonesia.html
http://www.bijakkomputer.com/deadlock/Indonesia.html
http://pijai.telagapictures.com/Indonesia.html
http://cikgumuzik.com/media/Indonesia.html
http://www.printnasional.com.my/indonesia.html
http://eshop.netsis.com.my/indonesia.html
http://www.wanita-melayu.my/indonesia.html
http://www.customskedah.gov.my/indonesia.html
http://jkmperlis.gov.my/a.txt
http://theoriginalfake.com/indonesia.htm
http://ascentouch.com.my/about.htm
http://glorytravelmart.travel/indonesia.htm
http://visgear.com/indonesia.htm
http://www.i-respondent.com/indonesia.htm
http://folioconcept.com/indonesia.htm
http://ccplusj.com/indonesia.htm
http://theoriginalfake.com/indonesia.htm
http://ascentouch.com.my/about.htm
http://glorytravelmart.travel/indonesia.htm
http://visgear.com/indonesia.htm
http://www.i-respondent.com/indonesia.htm
http://folioconcept.com/indonesia.htm
http://ccplusj.com/indonesia.htm
http://famousstore.com.my/indonesia.htm
http://cungdinh.com/indonesia.htm
http://codar.com.my/indonesia.htm
http://brandfactor.com.my/indonesia.htm
http://bluediaries.net/indonesia.html
http://bestmsp.com.my/indonesia.htm
http://amisafety.com.my/indonesia.htm
http://almagsb.com/indonesia.htm
http://adwizard.com.my/indonesia.html
http://ahyatgroup.com.my/indonesia.htm
http://acentury.com.my/indonesia.htm
http://ahyatgroup.com.my/indonesia.htm
http://glorytravelmart.travel/indonesia.htm
http://cungdinh.com/indonesia.htm
http://ascentouch.com.my/indonesia.htm
http://greenconcerns.com/indonesia.htm
http://macrogroup.com.my/indonesia.htm
http://mkpewter.com/indonesia.htm
http://nataliensis.net//indonesia.htm
http://netsis.com.my/indonesia.htm
http://njs.com.my/indonesia.htm
http://pcmasa.com.my/indonesia.htm
http://perwirak9.org/indonesia.htm
http://pinnaclepremium.com/indonesia.htm
http://pointray.com.my/indonesia.htm
http://rebanajaya.com/indonesia.htm
http://sc555.com.my/indonesia.htm
http://ascentouch.com.my/indonesia.htm
http://trainpro.com.my/indonesia.htm
http://tohth.com/indonesia.htm
http://techx.com.my/indonesia.htm
http://setara.com.my/indonesia.htm
http://walkabout.com.my/indonesia.htm
http://wanly.com.my/indonesia.htm
http://wusenses.com/indonesia.htm
http://ybfurniture.com/indonesia.htm
http://claudia-timepieces.com/indonesia.htm
http://comlenia.com/indonesia.html
http://exoilsantrading.com/indonesia.html
http://gincafe.com.my/indonesia.html
http://gmsmalaysia.com/indonesia.html
http://www.i-respondent.com/indonesia.htm
http://kdesigncollection.com/indonesia.html
http://lifecare.com.my/indonesia.html
http://lss-academy.com/indonesia.html
http://nurbeautyline.com.my/indonesia.html
http://ocmeritplastic.com/indonesia.html
http://prestij.com.my/indonesia.html
http://secretani.com/indonesia.html
http://specolor.com.my/indonesia.html
http://squarecircleantiques.com/indonesia.html
http://stephenfoong.com/indonesia.html
http://swisstech.com.my/indonesia.html
http://ur2u.com/indonesia.html
http://wawasanintact.com/indonesia.html
http://wishmenu.com.my/indonesia.html
http://www.kedah.edu.my/indonesia.html
http://accerevent.com/indonesia.html
http://caliph.com.my/indonesia.html
http://dmdigital.com.my/indonesia.html

Note: baca juga tulisan ini beserta ratusan komentarnya di Kompasiana.com/topjaya.

Posted in INDONESIA HACKER IN ACTION | 87 Comments

Harga Mahal Diplomasi Damai dengan Malaysia

Apakah kita akan tinggal diam jika diperlakukan seperti binatang?

Selama ini kita tahu setiap kali terjadi ketegangan antara Indonesia dengan Malaysia, selain muncul sikap-sikap keras dan tegas dari masyarakat, ternyata tidak sedikit juga masyarakat kita sendiri yang bersikap lemah alias melempem. Sikap sejenis itu terlebih-lebih juga mengedepan di kalangan pejabat pemerintah kita.

Memang aslinya pemerintah Indonesia selama ini berada di jalur diplomasi yang benar sesuai standar etika hubungan internasional. Masalahnya, Indonesia menghadapi negara yang bebal, arogan, tidak punya kepribadian, manipulatif, dan memang sudah seperti maling sifatnya.

Untuk Anda yang masih bertahan dengan sikap-sikap lunak, sok diplomatis, sok bersahabat, sok arif, sok cinta perdamaian, dan sok-sok yang lain, saya hanya minta Anda semua menatap rekaman gambar di tulisan ini.

Lihatlah di satu sisi kedua pemimpin negara tampak akrab bersalaman seolah tidak ada masalah apa pun di antara mereka. Lihatlah betapa licinnya jas mahal yang mereka kenakan, dan lihatlah betapa licin dan cerahnya wajah keduanya.Lihat betapa tenteram dan damainya gambaran negara yang mereka wakili.

Jika Anda sudah puas melihat fatamorgana hubungan politik dari dua simbol puncak tersebut, geser tatapan Anda ke gambar di sebelah kanan. Lihatlah wajah-wajah hancur dan tersiksa karena kebiadaban negeri maling, Malaysia. Tanyakan pada diri Anda, andai Anda dalam posisi seperti mereka, apa yang akan Anda suarakan dan lakukan?

Lalu, balik semua catatan sejenis. Berapa banyak anak bangsa kita yang disakiti dan diperlakukan seperti binatang. Mereka adalah monumen hidup kebiadaban bangsa tetangga kita.

Lalu renungkan juga, apakah Indonesia sebagai bangsa yang bersahabat pernah memperlakukan warga negeri jiran itu seperti mereka memperlakukan warga negara kita?Apakah ada perusahaan Malaysia yang dibakar di sini? Adakah warga negara Malaysia yang diseterika, disilet, dipentungin, dan dibakar hidup-hidup di sini?

Tidak ada saudaraku…. karena benar kita adalah bangsa yang beradab. Kita lebih suka bersikap keras kepada sesama anak bangsa dibanding bersikap tidak sopan, apalagi bengis kepada bangsa lain. Renungkan…

Apakah kita yang telah begitu bersahabat pantas mendapat perlakuan semacam itu? Renungkan… Kita sudah bersikap menahan diri sejauh ini, bersikap menghargai hubungan kedua negara, tetapi pada saat yang sama semua itu dibayar dengan harga yang sangat mahal.

Pandang lagi wajah-wajah saudara-saudara kita yang diperlakukan seperti binatang itu. Setelah itu, suarakan lagi hati nurani Anda sejujur-jujurnya… Itu kalau Anda sungguh cinta Indonesia… [tj]

* Baca juga artikel ini:

1) Proposal 9.

2) “Diplomasi Tahi utk Malaysia”.

3) “Jadkan Kedubes Malaysia Kakus Umum”

4) “Ganyang Malaysia: Di Mana Jenderal-jenderalku?”

5) “Jadikan 2 Juta TKI Spionase & Milisi Siap Ganyang Malaysia”

Posted in RENUNGAN AKSI | 10 Comments

Jadikan 2 Juta TKI Spionase & Milisi Siap Ganyang Malaysia

Kalau saya SBY, ini perintah saya!

Saya tidak berani ngaku cinta Indonesia kalau tidak bisa menyumbangkan pemikiran-pemikiran strategis atau gagasan-gagasan penuh dobrakan. Masih ingat tulisan saya berjudul “Ganyang Malaysia: Di mana Jenderal-jenderalku?” Tulisan itu juga sudah dikomentari salah satu jenderal pemikir kita Prayitno Ramelan. Kemarin saya juga baca tulisan Jenderal Kiki Syahnarki di Kompas. Tetapi seperti yang sudah saya duga, jawaban-jawaban atau lontaran-lontaran pemikiran mereka masih yang itu-itu saja.

Intinya, terkait konfrontasi dengan Malaysia, para jenderal ini tetap cenderung ‘mengkritisi’ kepemimpinan nasional dan kondisi dalam negeri, menyarankan perbaikan manajemen pemerintahan dan perbaikan alutista, dan sejenisnya. Bagi saya, ini sama sekali bukan pemikiran baru. Dalam kondisi normal, hal-hal tersebut pula yang kemungkinan juga diusahakan oleh pemerintah kita, dengan atau tanpa gembar-gembor.

Pertanyaannya, apakah dalam kondisi kritis konflik seperti sekarang pemikiran-pemikiran seperti itu memadai? Menurut saya tidak sama sekali. Sebab, dengan atau tanpa perbaikan tersebut, Malaysia tetap saja punya kepentingan untuk terus menekan Indonesia. Yang kita butuhkan dalam situasi saat ini adalah terobosan dan lompatan strategi. Ini gagasan saya yang sederhana.

Kabarnya, TKI di Malaysia berjumlah lebih dari 2 juta orang. Mereka ada di berbagai sektor, mulai informal hingga formal, mulai dari kelas pembantu RT dan pekerja kasar sampai ke tingkat dosen dan peneliti. Dan bukan rahasia lagi, para TKI ini memainkan peran dasar yang sangat penting bagi kemajuan ekonomi Malaysia yang jumlah penduduknya hanya 27 juta jiwa. Pertanyaannya, apakah ini potensial buat strategi Indonesia? Jawabannya iya.

Kalau saya jadi SBY, saya tinggal perintahkan Panglima TNI, Kepala BIN, dan Menakertrans untuk berunding menyiapkan strategi jangka pendek, menengah, dan panjang. Strateginya sederhana, ingat saja strategoi klasik Kuda Troya. Caranya, bekali dan jadikan sebagian besar TKI itu sebagai pasukan sipil Indonesia (milisi) di Malaysia, sisanya jadikan sebagai agen intelijen.

Dari 2 juta TKI itu, kalau 1 juta saja bisa menjadi milisi siap tempur sewaktu-waktu dibutuhkan, dan seribuan saja agen intelijen kita di sana, mana ada informasi kekuatan lawan yang bisa ditutupi? Bahkan, dengan satu juta milisi atau sukarelawan perang saja, kemungkinan Malaysia bisa rubuh kekuatannya.

Pertanyaannya, apakah para TKI mau jadi milisi atau intelijen? Ide saya, supaya TKI dapat bekerja dan berjuang dengan tenang di sana, pemerintah harus siap membayar mereka dengan gaji atau santunan layaknya para prajurit TNI atau tenaga intelijen lainnya. Keluarga mereka di Indonesia harus digaji dan disantuni oleh pemerintah. Bukankah enak kerja di sana digaji oleh musuh, sementara di Indonesia keluarganya juga terjamin oleh gaji dari pemerintah. Dobel penghasilannya, dan pasti semangat kerjanya.

Apakah ide saya ini bisa direalisasikan? Bisa sekali. Saya yakin ketiga institusi yang saya singgung di atas punya pemikir-pemikir strategi yang cerdas dan taktis. Dengan atau tanpa gembar-gembor, strategi ini juga bisa dijalankan oleh pemerintah. Sekali lagi, itu kalau saya SBY ya… Dan pasti, kalau strategi ini jalan, tidak barang semenit pun pemerintah Malaysia bisa tidur nyenyak di negerinya sendiri.[tj]

* Baca juga artikel terkait:

1) Proposal 9.

2) “Diplomasi Tahi utk Malaysia”.

3) “Jadkan Kedubes Malaysia Kakus Umum”

4) “Ganyang Malaysia: Di Mana Jenderal-jenderalku?”

Posted in INDONESIA LEADERSHIP | 4 Comments

Ganyang Malaysia: Di Mana Jenderal-Jenderalku?!

Contohlah semangat Jenderal Besar Sudirman.

Beberapa hari lalu saya baca tulisan Prayitno Ramelan di Kompasiana berjudul “Jenderal Senior Mulai menekan Presiden”. Dari semua paparan yang menarik itu, mata saya tertuju pada tulisan berikut ini:

“Penulis melihat disini nampaknya telah terjadi dead lock antara  Pak SBY dengan para seniornya. Walaupun PPAD hanya berisi purnawirawan, tetapi itu adalah sebuah organisasi resmi dimana semestinya SBY berada didalamnya. Yang terjadi, mereka menyuarakan negatif, bahkan hingga tingkat impeachment.”

Usai membaca tulisan itu, dan masih panas-panasnya di otak saya terkait ketegangan Indonesia-Malaysia belakangan ini, saya berkomentar ke Pak Pray:

“Pak Pray, titip pesan tuk para jenderal2 jgn omong doanglah… ikutan bantu cari solusi dong utk menghadapi pelecehan2 yg dilakukan Malaysia. Para pensiunan jenderal kita banyak yg kaya2 toh? Coba kek kasih support ke adik2 yg berjuang utk melabrak malaysia dr sisi lain… Jgn cuman menekan presiden saja. Kalau tertarik ikut berjibaku, ini Proposal 9 saya: http://politik.kompasiana.com/2010/08/25/proposal-9-perang-sipil-gokil-ganyang-malingsia/”

Saya tahu jawaban Pak Pray yang jenderal dan rajin menulis di blog ini akan diplomatis semata. Jadi saya tidak terlalu berharap ada sesuatu yang benar-benar menjawab pertanyaan saya.

Tetapi, mungkin di antara anda sekalian ada yang bertanya-tanya seperti saya. Terkait dengan “konfrontasi” diplomatik antara Indonesia dengan malaysia saat ini, kemana gerangan ratusan atau mungkin ribuan jenderal kita berada? Apa yang sudah mereka lakukan untuk Indonesia saat ini terkait dengan ketegangan tersebut? Apa cukup hanya dengan menekan-nekan pemerintah untuk bertindak, sementara mereka enak-enakan saja makan gaji atau pensiunan dari rakyat?

Terus terang saya jengkel dengan kecengengan semacam itu. Mengapa hanya mengkritik pemerintah? Kemana suara jenderal kaya yang menjelang pilpres lalu menyatakan siap dikirim ke Ambalat? Mereka para jenderal ini pasti lebih makmur kehidupannya dari para prajurit rendahan. Mereka pasti menguasai segala macam taktik perang dan strategi. Tetapi, kenapa mereka diam saja?

Saya sedih, saya kecewa, saya merasa ada yang tidak adil di sini. Mereka yang seharusnya terdepan dalam menjaga kedaulatan, kehormatan, martabat, dan harga diri bangsa ini. Tetapi, mereka malah hanya bisa menggunakan sandiwara politik sebagai ajang untuk meraih kepentingan pribadi atau kelompoknya.

Ini kritik pedas saya kepada para jenderal kita, baik yang sudah purnawirawan maupun yang masih aktif. Kalau yang aktif, saya maklumilah, semuanya tergantung komandannya masing-masing. Tetapi yang sudah pensiun, mereka kan bebas mau ngapain saja. Toh Sapta Marga masih terpatri di dada. Cobalah berbuat sesuatu untuk rakyat Indonesia saat ini, yang sudah dilecehkan dan direndahkan oleh Malaysia…

Bangunlah jenderal-jenderalku…. Bumi pertiwi memanggilmu… Jangan bikin malu Jenderal Besar Sudirman yang telah meletakkan tonggak kebesaran angkatan bersenjata negeri ini. Jangan bikin malu jenderal besar kita yang sudah berkorban demi kemajuan negeri kita saat ini.[tj]

Posted in BANGUNLAH JENDERALKU | Leave a comment

Ini Blog Anti-Malingshit Punyaku. Mana Punyamu?

Blog GanyangMalingshit versi lebih sopan di Kompasiana.com

Pembaca, saya mungkin hanya salah satu saja di antara puluhan juta warga negara Indonesia yang belakangan semakin tidak sabar dan sangat kesal dengan sikap Malaysia. Dengan segala gejolak dan hasrat untuk membela Indonesia dan tetap mencintai Indonesia, saya berpikir, langkah kecil apa yang bisa saya sumbangkan untuk negeri ini.

Dulu demen ikutan demo dan lempar-lempar batu bila perlu. Sekarang itu sudah ada generasi penerusnya. Akhirnya saya memilih untuk demo dengan media yang berbeda. Saya memimilih blog dan lahirlah kemarin tanggal 26 Agustus 2010, blog bernama GanyangMalingshit (https://ganyangmalingshit.wordpress.com). Sebelumnya, saya cukup senang bisa gabung sebagai Kompasioner sehari sebelumnya (http://www.kompasiana.com/topjaya). Ini semua menjadi wadah saya untuk mengekspresikan gejolak hati dan pikiran terkait dengan konfrontrasi Indonesia-Malaysia saat ini.

Jika Anda ada waktu, berkunjung dan berkomentarlah. Jika Anda memiliki blog seperti ini, atau temukan blog-blog sejenis, informasikan ke blog ini. Mari terus galang persatuan dari sisi perang maya ini. Siapa tahu ide-ide yang kita suguhkan bisa menjadi alternatif bagi cara bersikap pemerintah kita terhadap negeri jiran yang tidak punya jati diri itu.

Segala macam ide saya kanalisasi di blog itu, dan juga blog Kompasiana. Ini hanya langkah kecil, dan sekadar menjadi monumen perasaan dan pikiran saya terkait isu Indonesia-Malaysia yang saya yakini tidak akan pernah habis. Insiden-insiden seperti Sipidan-Ligitan, Ambalat, penangkapan petugas RI, dan penyiksaan TKI di Malaysia, dan klaim-klaim wairsan budaya Indonesia pasti akan berlanjut.

Jadi, ini media saya untuk mengingatkan kembali kepada kita semua, bahwa kita memiliki tetangga yang sombong dan tidak sepenuhnya jujur. Jika kita lengah, mereka akan menjarah. Jika kita waspada, mereka juga tidak akan sembarangan.

Harapan saya, akan tumbuh blog-blog sejenis yang bisa menjadi teman berwacana bagi segala cara diplomasi pemerintahan RI saat ini. Kita tidak perlu menggaungkan perang fisik (Baca artikel: Proposal 9), tetapi tetap bisa berperang secara ide dan gagasan. Dan pada titik ini, kita pasti sudah menang beberapa langkah. Ok, ini blog saya, punya Anda mana? Salam cinta Indonesia![tj]

Posted in PERANG BLOGGER GANYANG MALAYSIA | 6 Comments

Jadikan Kedubes Malaysia “Kakus Umum”!

Kalau diplomasi konvensional tidak mempan, pakai diplomasi jalanan!

Belum sampai 24 jam Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menyampaikan kebingungannya tentang cara meminta Malaysia minta maaf ke Indonesia, Menteri Luar Negeri Malaysia Anifah Aman sudah tegas menyatakan negaranya menolak meminta maaf kepada Indonesia.

Lagi, kita mendapat tontotan betapa proseduralnya diplomasi Indonesia dalam menghadapi Malaysia yang tidak peduli dengan sopan-santun diplomatik itu. Dan lagi, kita mendapat gelaran dagelan diplomasi yang tambah membuat hati rakyat Indonesia geram.

Kalau sudah seperti ini, saya termasuk yang paling sepakat dengan cara-cara alternatif untuk mengimbangi sikap keras Malaysia. Saya kira, preseden Kelompok Bendera yang menggunakan “Diplomasi Tahi” perlu ditingkatkan intensitas dan eskalasinya. Murah meriah, dan terbukti efektif memancing amarah Malaysia, berikut respon-respon diplomatiknya.

Ternyata, dengan cara inilah media-media Malaysia akhirnya mau menyiarkan secara luas ketegangan yang terjadi antara kedua negara ini. Dengan “Diplomasi Tahi” juga sebagian besar warga Malaysia yang semula ‘cuek’ akhirnya mau tahu apa pangkal soal konflik saat ini.

Saya berharap, akan muncul kelompok-kelompok semacam Bendera ini yang lebih taktis dan sistematis dalam aksi-aksinya. Kalau kemarin mungkin hanya satu dua orang pelempar ke Kedubes Malaysia, mungkin perlu ditingkatkan menjadi puluhan hingga ratusan pelempar. Bila perlu saban hari perlu ada lemparan-lemparan bom yang tidak berbahaya tersebut.

Kenapa sampai bom-bom tahi yang perlu dilemparkan ke Kedubes Malaysia? Ya, yang pasti itu cara non-kekerasan. Tidak perlu lempar bom rakitan atau bom molotov karena itu berbahaya sekali. Kita jadi tidak berbeda dengan teroris-teroris asal Malaysia itu kalau menempuh cara kekerasan. “Diplomasi Tahi” dengan bom-bom tahi ini hanya simbol saja. Sebab, aksi rakyat ini yang mestinya nanti ditindaklanjuti dengan setepat-tepatnya oleh pemerintah.[tj]

Posted in PERANG SIPIL LAWAN MALINGSHIT | 5 Comments

“Diplomasi Tahi” untuk Malaysia

Kalau diplomasi yang sopan dan bermartabat tidak didengar, ya beginilah diplomasi yang dipilih.. (sumber: kaskus)

Aksi kelompok Bendera yang melempar kotoran ke kedutaan Malaysia beberapa waktu lalu sempat disesalkan oleh mantan Wapres Jusuf Kalla. “Bagaimana kalau kedutaan kita di Kualumpur juga dilempar seperti itu?” tanya Jusuf Kalla (vivanews.com).

Untuk pertanyaan Pak JK ini saya punya jawaban tegas. Kalau Kedubes RI di Malaysia dilempari sebongkah batu, kita akan balas lempari Kedubes Malaysia di Jakarta dengan 1000 batu. Kalau Kedubes RI di Malaysia dilempari kotoran, kita akan balas seribu kali lebih banyak.

Ini sikap yang sederhana dan tidak pandang takut. Kesabaran ada batasnya. Malaysia sudah sering membuat heboh Indonesia dengan perilakuknya yang sombong, tidak sopan, melecehkan, dan sama sekali tidak menunjukkan gelagat untuk menjadi tetangga yang baik. Jadi, kalau diplomasi gagal menjawab persoalan itu, dan pemerintah tidak menunjukkan sikap yang membuat Malaysia jera, jelas jawabnya adalah kreativitas masyarakat dalam bersikap.

Insiden pelemparan tai ke Kedubes Malaysia di Jakarta itu wujud kegeraman masyarakat terhadap Malaysia sekaligus simbol kekecewaan terhadap pemerintah RI sendiri. Dan ternyata insiden pelemparan tai itu ditanggapi luas di Malaysia sana (http://fokus.vivanews.com/news/read/173330-ekspresi-nasionalisme-yang-tidak-simpatik). Malaysia seperti tersentak dan mulai bereaksi lebih serius terhadap kekecewaan publik Indonesia.

Itu artinya, aksi semacam itulah yang lebih mendapat perhatian Malaysia. Kalau yang bicara Menlu atau Menkopolkam, rasanya dianggap angin lalu saja. Sebab nadanya juga begitu-begitu saja. Tetapi begitu “Diplomasi Tahi” yang bicara, gegerlah mereka. Panas juga mereka dan mulai coba menyerang balik.

Buat saya, “Diplomasi Tahi” atau diplomasi-diplomasi alternatif lainnya (baca Proposal 9: http://politik.kompasiana.com/2010/08/25/proposal-9-perang-sipil-gokil-ganyang-malingsia/) mungkin lebih efektif dan harus dilanjutkan dengan skala yang lebih besar. Untuk apa? Ini bukan saja bahasa yang paling bisa menarik perhatian media dan memancing perhatian Malaysia, tetapi sekaligus juga untuk membangunkan pemerintah yang sekarang. Bahwa, kalau diplomasi sopan tidak digubris, saatnya diplomasi alternatif dimajukan.[bersambung]

Posted in KREATIVITAS AKSI INDONESIA | 2 Comments