Harga Mahal Diplomasi Damai dengan Malaysia

Apakah kita akan tinggal diam jika diperlakukan seperti binatang?

Selama ini kita tahu setiap kali terjadi ketegangan antara Indonesia dengan Malaysia, selain muncul sikap-sikap keras dan tegas dari masyarakat, ternyata tidak sedikit juga masyarakat kita sendiri yang bersikap lemah alias melempem. Sikap sejenis itu terlebih-lebih juga mengedepan di kalangan pejabat pemerintah kita.

Memang aslinya pemerintah Indonesia selama ini berada di jalur diplomasi yang benar sesuai standar etika hubungan internasional. Masalahnya, Indonesia menghadapi negara yang bebal, arogan, tidak punya kepribadian, manipulatif, dan memang sudah seperti maling sifatnya.

Untuk Anda yang masih bertahan dengan sikap-sikap lunak, sok diplomatis, sok bersahabat, sok arif, sok cinta perdamaian, dan sok-sok yang lain, saya hanya minta Anda semua menatap rekaman gambar di tulisan ini.

Lihatlah di satu sisi kedua pemimpin negara tampak akrab bersalaman seolah tidak ada masalah apa pun di antara mereka. Lihatlah betapa licinnya jas mahal yang mereka kenakan, dan lihatlah betapa licin dan cerahnya wajah keduanya.Lihat betapa tenteram dan damainya gambaran negara yang mereka wakili.

Jika Anda sudah puas melihat fatamorgana hubungan politik dari dua simbol puncak tersebut, geser tatapan Anda ke gambar di sebelah kanan. Lihatlah wajah-wajah hancur dan tersiksa karena kebiadaban negeri maling, Malaysia. Tanyakan pada diri Anda, andai Anda dalam posisi seperti mereka, apa yang akan Anda suarakan dan lakukan?

Lalu, balik semua catatan sejenis. Berapa banyak anak bangsa kita yang disakiti dan diperlakukan seperti binatang. Mereka adalah monumen hidup kebiadaban bangsa tetangga kita.

Lalu renungkan juga, apakah Indonesia sebagai bangsa yang bersahabat pernah memperlakukan warga negeri jiran itu seperti mereka memperlakukan warga negara kita?Apakah ada perusahaan Malaysia yang dibakar di sini? Adakah warga negara Malaysia yang diseterika, disilet, dipentungin, dan dibakar hidup-hidup di sini?

Tidak ada saudaraku…. karena benar kita adalah bangsa yang beradab. Kita lebih suka bersikap keras kepada sesama anak bangsa dibanding bersikap tidak sopan, apalagi bengis kepada bangsa lain. Renungkan…

Apakah kita yang telah begitu bersahabat pantas mendapat perlakuan semacam itu? Renungkan… Kita sudah bersikap menahan diri sejauh ini, bersikap menghargai hubungan kedua negara, tetapi pada saat yang sama semua itu dibayar dengan harga yang sangat mahal.

Pandang lagi wajah-wajah saudara-saudara kita yang diperlakukan seperti binatang itu. Setelah itu, suarakan lagi hati nurani Anda sejujur-jujurnya… Itu kalau Anda sungguh cinta Indonesia… [tj]

* Baca juga artikel ini:

1) Proposal 9.

2) “Diplomasi Tahi utk Malaysia”.

3) “Jadkan Kedubes Malaysia Kakus Umum”

4) “Ganyang Malaysia: Di Mana Jenderal-jenderalku?”

5) “Jadikan 2 Juta TKI Spionase & Milisi Siap Ganyang Malaysia”

Advertisements
This entry was posted in RENUNGAN AKSI. Bookmark the permalink.

10 Responses to Harga Mahal Diplomasi Damai dengan Malaysia

  1. malaysia says:

    kamu ingat org malaysia semua jahat ?

    org indonesia yang dtg kerja di sini membunuh rogol org malaysia kamu tidak fikir..

    manusia apakah kamu ini

    • Tidak semua jahat, yg jahat dan sombonglah yg kami musuhi. Saya? manusia pejuang… pembela martabat bangsa. Sudah ah… bilang sama malingshit.. jgn cengeng spt kamu.
      untuk Indonesia tercinta

  2. Anti Malayshit says:

    Kami berbuat jahat hukumlah, kami berbuat cela hukumlah,
    tapi kalian cuma pengecut yg berlindung dibalik seolah negara muslim yg santun sementara ratusan tkw yang umat muslim juga yg kalian siksa, perkosa, bunuh !! WTF !!
    Apa ada negara kalian mengambil tindakan tegas?
    Beranikah kamu kritik pemerintahmu krn perlakuan yg tidak manusiawi itu?
    Seberapa sanggup kalian tutupi ratusan kasus sodomi yang dilakukan bangsamu?
    Liat saja diduna maya, malayshit hanya mampu memaki, mangumpat sambil menyebut nama tuhan….
    Kami berjuang, kami berani kritik pemerintah kami yg melempem dan korup.
    Ada baiknya malayshit belajar dari saudara kalian dibawah ini :
    http://blog.thestar.com.my/permalink.asp?id=32205

  3. Love Indonesia says:

    Kes Rogol Malingsia Meningkat

    Republika OnLine » Breaking News » Internasional
    Angka Kejahatan Seksual di Malaysia Meningkat
    Senin, 02 Agustus 2010, 07:50 WIB

    Angka Kejahatan Seksual di Malaysia Meningkat
    Ilustrasi

    REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR–Angka kejahatan seksual di Malaysia melonjak tajam dengan hampir separuh korbannya adalah anak-anak dan remaja putri di bawah usia 16 tahun.

    Menurut Kepala Unit Kejahatan Seksual Kepolisian Diraja Malaysia, Wakil Inspektur Zaiton Che Lah, pelanggaran seks telah meningkat secara konsisten selama lima tahun terakhir. “Pemerkosaanterjadi di mana-mana, kapan saja, dan siapa saja bisa menjadi korban,” kata Zaiton.

    “Kami sudah waspada bahwa kasus-kasus perkosaan telah meningkat sejak tahun 2005. Tren khawatir, bagaimanapun, adalah munculnya perkosaan terhadap kaum muda, yang kami perkirakan menjadi sekitar 50 persen dari jumlah kasus perkosaan setiap tahunnya. ”

    Data statistik yang dirilis oleh Divisi Investigasi Kejahatan Seksual dan Anak mengungkapkan kecenderungan yang mengkhawatirkan, karena hampir 80 persen dari mereka melakukan kejahatan seksual terhadap anak-anak yang dekat atau dikenal oleh korban, dan mereka termasuk figur ayah, tetangga dan kerabat. Awal pekan ini, berita tentang pemerkosaan seorang gadis 10 tahun oleh pengemudi bus sekolah mengejutkan publik negeri ini. Sebelum itu, dilaporkan bahwa lima anak sekolah berusia antara 12 dan 14 yang tengah berjalan pulang sekolah dibujuk dengan makanan gratis dan uang sebelum diperkosa. “Insiden yang ini mengejutkan hanyalah puncak gunung es,” kata zaiton.

    Tahun lalu, tercatat terjadi sebanyak 2.048 kasus perkosaan yang melibatkan gadis berusia di bawah 16 tahun, dibandingkan dengan 925 kasus pada tahun 2005. Sementara persentase besar dari kasus perkosaan, Wakil Inspektur Zaiton menunjukkan kekhawatirannya karena tak sedikit gadis-gadis muda itu diperkosa oleh kenalan laki-laki yang baru saja mereka kenal.

    ‘Mereka bertemu seorang pria untuk pertama kalinya dan ia sengaja mengikutinya pulang. ketika mereka sendirian, perkosaan terjadi,” ujarnya. Bahkan ada yang lebih buruk lagi, yaitu di suatu tempat telah menunggu rekan-rekannya untuk kemudian memerkosa secara beramai-ramai.

  4. Wan says:

    Bro, Rileks lah…Memang ada manusia berhati binatang…ada manusia yang baik dan jahat…sama hal nya seperti keadaan kamu (Indonesia) di sana…Tetapi kita perlu muhasabah diri…
    Kalau diikutkan dengan post anda diatas, gambar² tersebut bukan semua rakyat Malaysia terlibat…bahkan d Dubai pun ada kes penderaan amah (what say you?!)…
    yang terjadi d Malaysia tu bukannya orang melayu yang buat…

    Bukan saya membela bangsa Melayu atau apa²…sebab, as for Muslim, saya berpendapat, bangsa itu tidak sehebat mana…sebab disisi Allah S.W.T kita semua sama sahaja…yang membezakan kita adalah taqwa kepada Allah S.W.T.
    Saya Sabahan, bukan melayu ataupun cina or india…sadis juga tengok dan dengar berita tentang kejadian amah didera majikan…memang x berhati perut…tapi, saya tidak salahkan anda tentang bertapa Anti-Malaysia anda. Dan saya juga tidak debatkan bertapa anda cintakan negara anda… Sebab ketahuilah, semua isu² yang anda dan kumpulan anda isukan tidak menjadi isu besar kepada kami (khususnya saya dan kejiranan saya). ie, tarian pandet, batik, Discovery Channel yg berpengkalan di Singapura, mereka yg membuat dokumentari tersebut. Padahal, Malaysia tidak pernah mengklaim Batik dan Tarian pandek sebagai budaya asal Malaysia. walhal sendiripun, kami (khususnya kejiranan saya) tidak pernah mengklaim batik dan pandet sebagai budaya kami.
    Sudah serumpun tidak mustahil budaya itu adalah budaya bawaan, tetapi tidak pernah saya dengar selama saya hidup di Malaysia, Batik adalah kepunyaan Malaysia…Dari sekolah rendah, menengah, tinggi, education in advance, sehingga saya mendapat tender untuk melanjutkan kajian, saya tidak pernah mendengar pandet dan batik menjadi kepunyaan mana² individu, syarikat ataupun kumpulan yang berpengkalan di Malaysia.

    Mengenai sempadan bertindih, tidak usahlah kamu (khasnya Kau) untuk terus menerus memprovokasi perang atau apa² sahaja…sebab keputusan terletak di tangan kerajaan yang memimpin…kalau baik pimpinan kerajaan maka baiklah untuk rakyat…kalau buruk pimpinan kerajaan, buatlah sesuatu untuk menukar cara pimpinan. tidak perlulah utk memprovokasi berperang dengan Malaysia / negara jiran. Tidak ada apa² yg boleh kami (sebagai rakyat Malaysia) lakukankecuali perubahan.

    p/s: Tahniah atas semangat kebencian ke atas Malaysia dan juga atas semangat patriotik anda…Saya cuma ada satu tujuan…Syurga di sana.

    Saya hidup aman di Malaysia. Syukur Alhamdullilah, sebagai Islam, kami tidak di ajar utk membenci…sebab membenci memburukkan hati…Hati yg buruk cuma boleh di basuh dengan Al-Quran dan mengingati mati.
    Terima Kasih Malaysia.. 🙂

  5. wan says:

    Terima kasih dan sama² lah kita muhasabah diri kita sendiri…dan juga tahniah atas semangat patriotik anda..

    ohya, saya bukan Melayu, saya Sabahan.

  6. wan says:

    p/s: xdapat nak letak website, dah kena dns poison…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s